Modus Jembut Korban, Pelajar Kelas 7 SMP di Kota Metro Lampung Nyaris Jadi Korban Percobaan Penculikan Anak

Modus Jembut Korban, Pelajar Kelas 7 SMP di Kota Metro Lampung Nyaris Jadi Korban Percobaan Penculikan Anak

Lampungonline.id – Metro – Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di salah satunya SMP Negeri di Kota Metro jadi korban percobaan penculikan dengan modus jemput korban.

Data yang digabungkan Lampost.co, korban percobaan penculikan itu berinisial NZC (13) anak dari pasangan suami istri Rohman (54) dan Sarinah (40) yang sekarang duduk di kelas 7 di SMP Negeri di Metro.

Bacaan Lainnya
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Percobaan penculikan itu terjadi saat si korban pulang sekolah di Jalan Reformasi, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat sekitaran jam 10.30 WIB

“Saya tidak mengenal, ketika itu pulang sekolah mendadak langsung didatangin. Terus ia ngomong jika ia diminta bapakku jemput, terus saya tidak ingin dan dipaksakan ia. Saya segera lari nyebrang ke warung rumah masyarakat,” ungkapkan NZ, Selasa, 31 Mei 2022.

Ia menyebutkan, pelaku percobaan penculikan itu cuman satu orang dan menunggangi motor matic dengan memakai jaket hitam dan masker dan helm.

“Ciri-cirinya seseorang gunakan jaket hitam, gunakan masker dan helm. Orangnya gunakan motor N-MAX,” bebernya.

Siswi SMP itu menerangkan, saat peristiwa itulah sempat berteriak untuk minta bantuan dan langsung larikan diri ke pemukiman masyarakat.

“Saya sempat ditarik-tarik, dipaksakan naik ke motor. Pada akhirnya saya kabur melalui sawah-sawah itu langsung lari ke rumah. Karena saya lari, orang itu segera pergi,” bebernya.

Di kesempatan yang serupa, si ayah akui terkejut sesudah dengar berita percobaan penculikan si buah kesayangan dari istrinya.

“Saya sampai rumah itu istri bertanya saya, apa bapak suruh orang jemput, saya terkejut dan saya ngomong tidak. Terus istri saya ngomong jika anak saya nyaris dicuri orang. Saya itu dikabarkan sehabis dapat info anak saya itu ingin dibawa orang, saya ya terkejut. Ini baru pertama kalinya saya dengar ini kan,” tutur Rohman.

Ia mengharap, karena ada kasus percobaan ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro bisa menolong jaga keamanan anak.

“Saya berharap pihak sekolah menolong menanggung keamanan anak-anak di sekolah, agar hal yang menghawatirkan seperti ini tidak ada kembali. Saya mengharap mengharap pihak dinas bisa memberi himbauan ke semua sekolah di Metro, karena saat sebelum terjadi sebaiknya diperhitungkan . Maka, saat sebelum dijemput, anak-anak tak boleh keluar sekolah dahulu,” bebernya.

Baca Artikel Terupdate Kami di Google News Lampungonline.id

Sumber : m.lampost.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.